Selasa, 03 April 2012

_sahabatku ayeezha_

-->
 sahabatku ayeezha....;
7 tahun silam kita adalah pemenang, kita memenangkan waktu meski tak tersentuh. Semua terasa di genggaman, aku dan kamu berkuasa, berkuasa akan kebahagiaan dan kebersamaan. Tak sedikit waktu yang terlewatkan tanpa bertatap muka, apa yang aku miliki menjadi milikmu juga, begitupun sebaliknya. Kita bak seorang penguasa bila berjalan bersama, semua yang kita hadapi dan menjadi objek pandangan adalah kebahagiaan. Kita merasa sehati apa yang aku sukai dan gemari sama denganmu, perbedaan kita hanya setitik, hanya fisikmu sedikit tambun dariku. Kau begitu penyayang, perhatian dan aku melakukan hal yang sama, kau begitu tangguh bisa mengahadapi apa saja tak seperti aku yang manja yang selalu jadi sebutan buatmu, tapi itu tak pernah menjadi satu masalah, kita tetap seiring sejalan tanpa batas, kita merasa saudara meski tak sedarah.
7 tahun lalu, kau selalu menuruti inginku seperti aku yang mengiyakan setiap pintamu, meksi kadang air matamu pernah menetes sedikit karenaku tapi kamu tak tahu ada waktu hatiku beruarai air mata karena sikapmu. semua itu tetap menjadi senyuman, senyuman yang menjadikan kita adalah wanita pemberani. Kau mengajarkan aku begitu banyak hal, mengajarkan aku seperti apa menjalani waktu di putaran bumi, mengajarkan aku menerima kerasnya hari-hari, mengajarkan aku terus tersenyum saat matahari mulai terbit. Semua telah kudapat satu persatu darimu namun aku belum bisa setangguh dirimu, sesendiri dirimu melangkahkan kaki yang begitu melawan keadaan tanpa diriku. Buatku kau tetap wanita hebat, wanita tanpa batas seperti tanpa kelemahan. kita adalah sahabat, sahabat sejati kala itu, sahabat yang selalu ada saat itu dan sahabat selalu melengkapi waktu itu.
Dan Satu hal telah mengacaukan segalanya, segalanya tentangku yang tak ingin lagi terbaca di benakmu hanya kamu berpikir aku begitu berubah sikap. Betapa berangnya aku saat itu karena keadaan di sekitarmu seakan mendukung pikiranmu yang hanya sepihak tentangku yang membuat kesalah fahaman itu berlanjut dan terus berlanjut. Kenapa tak terpikir olehmu tentang waktu untukku menjelaskan segalanya. Aku tak pernah menuduh mereka menjauhkanmu dariku tapi kenyataan menunjukkan padaku betapa tersudutnya aku saat itu
Kini 7 tahun itu tak pernah terlupa sedikitpun, wajahmu kala itu masih jelas tanpa samar. Ingin kulupa kisah itu tapi semua masih berbekas seperti wajahmu yang tak pernah hilang dari ingatanku. Kini 7 tahun itu mempertemukan kita lagi. Semua nampak berbeda amat sangat jelas dengan pandanganmu walau sikapku cukup mengimbanginya tapi masih saja kaku.
“akhirnya kamu memberanikan diri juga untuk bertemu..!!” kupandangi wajahnya yang seperti tanpa semangat
“maav ada apa yach..!?” tanyanya begitu sadis seakan tak mengenaliku
                Kutarik lengannya tanpa sengaja yang dulu selalu menggandengku kemanapun aku pergi. Kutatap matanya yang tak lagi seteduh kala itu. Aku begitu kaku tak tahu harus memulai dari mana tapi kenapa sikapnya begitu memaksaku, memaksaku meneteskan air mata.
                Apakah kamu masih mengenaliku
                Apakah wajahku sudah tak lagi ada dalam memory ingatanmu
Atau mungkin kau yang ingin lari dari kenyataan..??
Wajahnya seketika berubah seakan geram tapi penuh tanya
Tak usah kaget
Tak usah memandangiku seperti itu
Keningnya masih mengerut entah apa yang ada dalam benaknya
Apa kau ingin menanyakan dari mana aku menemukan nomor ponselmu
Apa kau ingin menanyakan kenapa aku begitu berambisi ingin menemuimu
Bukan hari ini yang menjadi rencanaku
Setiap hari yang menjadi bertahun tahun ingin kujelaskan padamu
Tak usah menarik nafas sedalam itu
Sebenarnya aku masih belum percaya dengan tuduhanmu itu
Yang terus menghantuiku tanpa henti
Kenapa tak kau putar ulang kisah itu
Yang bisa membuatmu menarik kesimpulan
Apa aku begitu tak punya tempat karena mereka
Apa semudah itu kau terhanyut akan mereka
Tak kau ingatkah waktu itu aku lebih memilihmu dan meninggalkan mahluk yang paling indah itu
Sosok pemuda yang selalu menjadi kebanggan kita
Sosok pemuda yang kau sodorkan padaku karena begitu menyayangiku
Kala itu aku mulai begitu faham betapa tulusnya sikapmu padaku
Tapi kenapa kau begitu berubah sikap
Sikap yang tak bisa kupecahkan sampai sekarang ini..!?
Aku tak seperti yang kau kira
Aku tak serendah yang kau lihat
Aku masih aku yang dulu
Yang kau kenal penuh kasih
Yang selalu kau andalkan saat kau rapuh
Apakah kau tahu
Fotomu masih terpajang indah didinding kamarku
Tak hanya satu, dua tapi tak bisa lagi ku menghitungnya
Apakah kau tahu
betapa indahnya senyummu saat merangkul pundakku
tak bisa lagi kujelaskan, betapa derasnya air mataku karena merindumu
apa kau tahu semua tentang mereka tak lagi ada dalam hari-hariku
semua kubiarkan hilang tak lagi berputar dalam otakku
Tapi sudahlah tak ada untungnya lagi aku kembali ke masa itu
Aku hanya ingin membenarkan hatiku meski kau tak bisa menerimanya
aku minta maav jikalau khilafku begitu membuatmu menjadi seperti sekarang ini
aku minta maav jikalau aku begitu penuh harap kembali seperti dulu
aku minta maav jikalau sikapku tak lagi seramah dahulu
tapi satu hal
kau tetap wanita tangguh yang ku kenal
wanita hebat yang selalu mengajariku banyak hal
kau tetap sahabat terbaikku meski aku tidak bagimu
masih banyak yang ingin kujelaskan
tentang pandanganmu yang sepihak tentangku
tapi jujur air mataku sudah tak mampu untuk itu
sungguh aku tak berubah seinchipun tentangmu
jikalau kau merasa cerdas
kau pasti bisa mengerti semuanya tanpa aku harus mengurainya panjang lebar
tak sekalipun kubiarkan mulutnya berbicara saat bertemu denganku. Hanya penjelasan yang cukup buatku lalu meninggalkannya. Aku tak begitu berharap dia menghampiriku. Aku hanya ingin dia tahu yang sebenarnya dengan kecerdasannya..!!


                                                                                                                                                                        full luv treeznacarter



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar